(Bukan) Calon Sarjana


Siang itu Jono melihat sepasang sandal bagus di teras rumah tetangganya. Sandal seperti yang selama ini dia idamkan. Sayangnya, sandal itu diukir pemiliknya pake sayatan pisau bertuliskan TONO. Tapi Jono tetap ngiler , akhirnya diangkutlah itu sandal. Di perjalanan Jono terus mikir gimana caranya ngakalin supaya ga kelihatan kalo ini sandal curian. Lalu, aha!

Jono memoles sandal itu dengan cat berwarna putih, berharap Tono si pemilik tidak akan mengenali sambil mengabaikan ukiran nama "TONO".
Besoknya, Tono yang merasa kehilangan sandalpun clingak clinguk di depan rumah Jono.
Dia sedang mencari sesuatu.

"Cari apa Ton?" kata Jono.

"Cari sandalku." Tono masih clingak clinguk.

"Sandal yang mana?" Jono pura-pura tidak tahu.

Nah..ini dia sandalku, seru Tono sambil mengangkat tinggi-tinggi sepasang sandal yang kini sudah berubah warna.
Jono kikuk, merasa tertangkap basah.

"Eh...itu..anu Ton," Jono gugup.

"Anu apa? Maling ya tetap maling. Niat banget kamu ngecat sandalku. Kamu ga bisa lihat apa di sandal ini jelas-jelas tertulis TONO. Mau kamu cat pake apa juga tetap kelihatan, Jono!" Tono menoyor kepala tetangganya itu.

Tiba-tiba beberapa anak tetangga lain berdatangan, ikut menyoraki Jono.
"Jono maling...Jono maling."

****
Gimana, udah ngeh belum dengan jalan cerita di atas?
Mungkin sepi pemberitaan tentang calon sarjana yang tertangkap basah maling konten dari youtuber JTYoutube. Bukan cuma sedikit atau sebagian, tapi utuh gaes. Seluruh bagian konten diangkut bahkan sampai ke thumbnail alias covernya pun plek sama.

Penonton setia youtube pasti tahu lah ya isu viral tentang calon sarjana. Yes, plagiacy. Sedih ya kalo inget aturan hukum soal plagiacy di negara kita masih lemah banget. Masih inget lah kasus plagiat-plagiat sebelumnya dan ga perlu saya paparkan di sini. Semuanya viral sejenak, terus adem ayem. Dan kayanya aturan yang ngga tegas ini membuat para plagiator meraja lele, eh lela. Beda banget sama hukuman untuk kasus plagiarisme di luar negeri sono, misalnya kasus plagiarisme di korsel yang melibatkan sekelompok dosen dan berujung diberhentikannya dari institusi kampus, semua pihak yang terlibat dengan kasus itu. Jujur saja saya termasuk penonton setia CS, hiks..terbayang setiap scene yang tayang dilayar telah mendukung aksi maling macam ini. Balikin kuota gue!

Ngomong-ngomong soal calon sarjana nih. Saya kira masih belum bergeser makna tentang sarjana, maksudnya golongan kaum intelektual. Setuju ya.
Tapi yang dilakukan 'CS' ini justru bertolak belakang dengan karakter orang intelek.
Apakah ini efek dari menjamurnya budaya wisuda pada taman kanak-kanak sehingga kata sarjana bukan lagi hal yang sakral dan sarat makna? Ngelantur lo kejauhan.

You know dear, bikin konten itu rumit. Perlu ngumpulin data, set visual yang bagus, pilih narasi, dubbing, de el el. Sori saya bukan content creator, ga gitu faham yang beginian. Tapi perlu diingat, yang paling tinggi dari semua itu adalah ide.
Bukannya mau jadi sarjana juga harus punya ide yang orisinil biar skripsinya diterima? apalagi yang masih calon...sarjana, ya kan?
Elah gitu aja kudu di ingetin mulu. Sini salim dulu sama senior, wkwkwk..

Sampai sini saya cuma ingin bilang, CS sama sekali bukan interpretasi cerdasnya generasi milenial kita. Kamu ga sarjana pun asal idemu orisinil dan brilian, di era 4.0 ini kamu bisa sukses.
Sudahi kegemaran menjiplak. Mulailah merancang sendiri idemu. Jangan takut untuk tampil. Selama itu buah dari fikiran mu dan bisa kamu pertanggungjawabkan, kenapa tidak?

0 Comments