Mom with Stimuno VS Chickenpox


Apa cuma saya yang kalo anak sakit langsung berasa ambyar? Kek  bungkusan gado-gado lontong lepas karetnya. Hiks..

Minggu lalu di sekolah si kakak lagi banyak yang kena cacar air atau varicella. Saya cemas dong. Kan jadi parno sendiri kalau gimana-gimana. Yang kefikiran tuh kalo anak sakit pasti fokus ke anak. Ya kalo yang sakit satu, lah kalo ade bayinya sampai ketularan juga? Hadduuhh. Pusing deh emak.

Apalagi cacar air alias chickenpox kan termasuk yang mudah sekali menular. Saya jadi rajin ngintipin WA grup wali kelas berharap ada kabar baik. Tapi makin hari malah makin mengkhawatirkan.





Awalnya tuh sejak Desember kelas TK B sudah lebih dulu terpapar. Tapi ga banyak, cuma ada beberapa orang yang kena. Januari mulai deh kelas A. Termasuk kelasnya kakak (kelas A Zainab). Dari satu orang yang absen, besoknya jadi 2, lusanya jadi 3. Dan dalam dua minggu, yang bertahan di kelas A Zainab hanya tinggal 5 anak dari total 18 anak! Lima orang yang bertahan ini pun karena dulu waktu bayi sudah pernah kena cacar, begitu yang saya baca dari WA grup. Jadi dari total 13 anak yang kena cacar dalam satu kelas itu, kakak Wawa salah satunya. 

Saya gercep dong, nge-WA dokter anak langganan minta saran untuk tata laksana cacar air di rumah. Sebab sepemahaman saya cacar air pada pasien biasa tanpa defisiensi imun dan infeksi sekunder, maka tak perlu obat.

Berikut hal yang bisa ibu lakukan di rumah jika ada yang tertular cacar air:

 

1. Pastikan anak tetap mandi.

Disarankan mandi dengan air hangat agar anak tidak menggigil, jika masih ada demam. Mandi sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan kulit, sehingga meminimalisir terjadinya infeksi sekunder.

2. Berikan makanan yang lembut.

Kadang, blister atau lepuhan cacar bisa tumbuh di dalam mulut. Jika pecah, bisa menjadi sariawan yang tentu saja akan mengganggu proses makan. Sedangkan anak harus tetap mendapat makanan yang bergizi untuk mempercepat proses recovery. Maka untuk menjaga asupan nutrisi, ibu bisa memberikan makanan yang lembut, seperti bubur, jus atau puding.

 

3. Menjaga kecukupan air minum.

Seringnya cacar air diikuti juga dengan demam. Dari yang ringan atau bisa juga tinggi hingga 40°. Asupan cairan yang cukup bisa menghindarkan anak dari dehidrasi yang mungkin saja muncul akibat demam.

4. Beri penurun panas jika anak demam dan tampak gelisah.

5. Tidak menggaruk ruam.

Menggaruk ruam dikhawatirkan akan menimbulkan infeksi sekunder pada luka lepuh karena bisa saja terjadi luka lain yang bisa jadi sarang penularan kuman. Untuk mengurangi rasa gatal, ibu bisa memberikan gel pengurang gatal yang banyak dijual.

6. Jika tampak infeksi sekunder ditandai dengan munculnya nanah pada blister, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.


Virus varicella atau cacar air sangat mudah menular apalagi jika terkena cairan pada blisternya. Maka untuk meminimalisir penularan sebaiknya batasi interaksi dengan anak lain atau bahkan saudara-saudaranya di rumah. Nah bagian ini nih yang sulit. Ade nya yang 10 bulan ini malah kegirangan liat kakak ada di rumah sepanjang hari, jadi malah maunya nempel terus. Aduh de, tau ga sih kalo ibumu lagi dag dig dug takut kamu ketularan??


Kalo dua anak ini ga bisa dipisahkan, berarti satu-satunya pilihan adalah mempercepat proses recovery. Caranya gimana? Dengan memberi kekuatan super pada pasukan imun di dalam tubuh. Aha, cek-cek ternyata masih ada stok Stimuno di kotak obat. Masih segel, belum dibuka, hihihi.

Kenapa Stimuno? Karena Stimuno lebih dari sekedar imunbooster biasa, tapi juga imunomodulator. Yang istimewa, Stimuno sudah teruji pada proses recovery pengobatan kasus infeksi pada anak seperti ISPA, TBC dan cacar air.




Ibarat rumah, kuman penyakit adalah pencuri yang bisa masuk kapan saja  dan mengobrak abrik isi rumah. Sedangkan sistem imun ibarat prajurit tentara yang selalu siaga menjaga tubuh kita dari serangan kuman, virus dan bakteri. Imunomodulator bekerja bukan hanya menjaga, tapi juga memperkuat dan memperbanyak jumlah tentara imun di dalam tubuh sehingga kuman penyebab penyakit lebih mudah diusir.

Stimuno bekerja dengan meningkatkan jumlah komponen respon imun yang diperlukan dan menekan jumlah komponen respon imun yang tidak diperlukan. Sehingga fungsi antibodi dalam tubuh menjadi optimal.



 
Bagaimana dengan multivitamin? Multivitamin bekerja dengan membantu melengkapi kebutuhan vitamin dalam tubuh. Seperti tukang bangunan yang tugasnya memperbaiki kerusakan rumah, tapi bukan melindungi.

Masih tentang Stimuno nih, Stimuno  sudah mendapat sertifikat fitofarmaka. Sertifikasi fitofarmaka mengindikasikan bahwa Stimuno telah teruji klinis mutu, khasiat dan keamanannya pada manusia. Juga, sertifikasi ini adalah level tertinggi untuk jenis obat herbal yang dikeluarkan oleh BPOM. Yuk tonton video ini dulu:




Tentang demam cacarnya kakak, jadi pola demam si Chickenpox ini mirip siklus demam tiphoid alias tiphus. Mulai naik menjelang sore atau malam hari, dan reda di pagi hari. Atau bisa juga sebaliknya. Setelah itu akan mulai muncul blister pertama, sebagai penanda kalau infeksi mulai menyerang. Kadang, anak maupun orang tua tidak menyadari kehadiran blister pertama ini. Sehingga demam yang terjadi dianggap demam biasa. Baru akan menyadari infeksi cacar biasanya setelah muncul ruam merah. 

Di fase ini, ruam akan terasa sangat gatal dan mengganggu. Kadang juga diikuti gejala mirip flu seperti pusing, hidung berair, nyeri persendian, dan mual. Sehingga anak bisa sangat rewel. Setelah itu, ruam merah akan pelan-pelan terisi cairan dan biasanya akan segera muncul bersamaan di punggung, tangan, kaki bahkan area wajah. Ibu tak perlu khawatir saat blister muncul bersamaan, karena ini menandakan fase infeksinya sudah hampir klimaks dan akan mereda dalam beberapa hari.



Masa inkubasi cacar air ini antara 7-21 hari. Artinya, gejala akan mulai muncul dalam 7-21 hari setelah anak mendapat penularan pertama kali. Demamnya berapa lama? Tiap anak beda-beda sih. Tapi kalo kakak demamnya ga tinggi, maksimal hanya sampai 38 dan hanya berlangsung selama 2 hari saja.

Begitu demamnya turun, langsung deh saya kasih Stimuno. Nah, mau tahu progresnya?


Pertama, blister atau luka lepuh yang muncul memang cukup banyak dan merata. Tapi ukurannya kecil. Tidak sebesar blister cacar air pada umumnya.

Kedua, blister yang muncul lebih cepat kempis dan mengering sehingga meminimalisir penularan. Saat ibu lain di WA grup kelas jadi heboh karena anggota keluarga yang lain ikut ketularan juga, alhamdulillah kita ga sampai mengalami. Ade bayi aman walaupun tetap jadi PR untuk segera mendapat vaksin cacar, nanti setelah usia 12 bulan tentunya.

Ketiga, bekas luka atau keropengnya segera mengelupas dan berganti lapisan kulit baru hanya dalam beberapa hari. Biasanya bekas luka akan bertahan lebih lama sebelum mengelupas, sekitar 14 hari pasca terisi cairan. Alhamdulillah untuk kakak, dalam 10 hari kulit tangan, kaki, terutama wajahnya sudah bersih dari bekas luka cacar.

Wah, rasanya senang sekali melihat ananda kembali sehat. Kakak juga sudah ga sabar ingin kembali ke sekolah. Jangan lupa tetap jaga kebersihan, cuci tangan dan kaki setiap habis main di luar. Juga makan makanan bergizi, cukup minum air putih dan olahraga teratur supaya prajurit imun kita selalu kuat. Serta, minum Stimuno setiap hari ya.




Itulah kenapa kamu harus minum Stimuno setiap hari. Karena kamu ga boleh sakit.


Salam,
Hasiah Zen


#StimunoPenjagaImun
#GaTakutSakit
#Stimuno
#MomiXStimuno

Artikel ini diikut sertakan dalam Blog Competition oleh Mom Influencer ID dan Stimuno.

9 Comments

  1. Ada stimuno jadi tenang ya, Mbak. Bisa kendalikan cacar juga.

    ReplyDelete
  2. Kalau anak sakit, ibu pasti berasa lemas tapi seketika kemudian berubah menjadi super mom yang siap melakukan apa saja agar anaknya segera sembuh.

    ReplyDelete
  3. Gara-gara virud corona, rasanya aku pengen nyetok stimuno ini banyak-banyak mba huhuhu. Biar lebih agak tenang. Semoga virus corona ini segera menghilang ya hiks sedih aku

    ReplyDelete
  4. Aku terbantu Stimuno ini pas io kena cacar air beberapa bulan lalu. Mengingat sekarang musim penyakit, kayanya harus mulai rajin minum Stimuno lagi untuk jaga daya tahan tubuh

    ReplyDelete
  5. Stimuno keren ya Mbak bisa membantu recovery cacar air dengan cepat. Memang kalau masih ada anak-anak di rumah, kayaknya harus sedia ini deh, biar tidak galau kalau si kecil sakit.

    ReplyDelete
  6. Ya ampun kalau anak sakit tuh rasanya sedih banget, apalagi sakit cacar tuh bikin pingin garuk aja gitu ya mbak. Dewi juga pakai stimuno nih buat jaga daya tahan tubuh anak, sukanya yang rasa original:)

    ReplyDelete
  7. Anak sakit itu memang selalu bikin panik. Rasanya enggak tega melihat mereka alami demam atau gejala sakit lainnya. Tapi kalau ada obat seperti STIMUNO, semoga bisa membantu banyak anak yang sedang sakit ya...

    ReplyDelete
  8. Anak-anak juga minum stimuno kalau lg agak drop atau lagi musim sakit. Emang ngebantu banget buat boosting staminanya

    ReplyDelete
  9. Kedua anakku belum pernah kena Chicken Pox mbaj..Ini harus kusimpan biar nanti tahu kalau ternyata kena.
    Dan Stimuno kujuga berikan ke meraka buat jaga dayan tahan tubuhnya

    ReplyDelete