Bercerita Sambil Menggambar



Untuk usia di bawah 5 tahun, lebih penting mana sih anak suka membaca atau bisa membaca? Yang mana hayo??

Menurut para ahli, memang lebih baik menumbuhkan rasa cinta terhadap membaca terlebih dahulu.

Sebab kemampuan membaca adalah bonus, itu soal skill yang bisa di pelajari jika anak sudah siap.
Bisa dimulai dengan sering membacakan buku di rumah. Ini juga yang kami terapkan. Sejak usia 0 bulan, bahkan sejak di masa kehamilan saya biasa membaca buku apa saja dengan suara nyaring alias read aloud.

Metode membacakan buku untuk anak.

Menurut mbak Ade Yulia, penulis buku anak dalam kulwhap "Literasi Keluarga", metode membacakan buku untuk anak dibedakan menjadi 2 yaitu read aloud dan story telling.
Read aloud seperti yang kita tahu, membacakan narasi dalam buku dengan suara nyaring secara tekstual. Seperti ibu membacakan buku cerita.
Sedangkan story telling, menceritakan kembali sebuah narasi dalam buku dengan bahasa kita sendiri atau yang lebih sering kita kenal dengan mendongeng.
Jadi sudah jelas ya, dua hal ini berbeda.

Akhir pekan kemarin, kita mencoba mengajak si sulung untuk berstory telling. Wawa, 5 tahun. Belum bisa membaca, baru belajar mengeja. Tapi suka sekali dibacakan buku. Buku yang ingin dia ceritakan kali ini adalah kisah tentang nabi Yunus.

butuh referensi tempat piknik untuk akhir pekan? Sinsu Amazing Theme Park bisa jadi pilihan. Lihat reviewnya di sini

Tapi, kali ini kita tidak melakukan story telling seperti biasanya. Karena kita akan mencoba tekhnik fotonovela. Sodaraan sama telenovela? Oh, tentu bukan marimar.
Fotonovela adalah teknik bercerita sambil menggambar. Jadi, ini seperti menggabungkan dua hal, antara menceritakan kembali dan memvisualkan cerita ke dalam gambar.
Ini kolaborasi antara bapak dan anak. Kakak wawa yang bercerita, bapaknya yang menggambar.
Sayangnya kemarin kita ga sempat videokan. InsyaAllah lain kali kita coba bikin dokumentasi yang lebih bagus.
Nah, ini dia visualisasinya.
gambar adegan 1

1. Nabi Yunus meninggalkan tempat tinggalnya lalu ikut ke kapal.

Di tengah perjalanan, kapalnya oleng terkena badai. Diundi lah nama-nama penumpang kapal untuk dipilih siapa yang harus terjun ke laut agar muatan kapal berkurang. Ternyata yang terpilih adalah nama nabi Yunus!
Nabi yunus pun akhirnya terjun ke laut.
gambar adegan 2

2. Allah mengutus ikan Paus. Lalu ditelannya nabi Yunus yang hampir tenggelam. Nabi yunus pun terperangkap dalam perut ikan Paus.


gambar adegan 3


3. Nabi Yunus merasa sangat sedih. Dia berdoa memohon ampun kepada Allah karena telah zalim pada kaum yang ditinggalkannya.

gambar adegan 4

4. Lalu Allah mengabulkan doa nabi Yunus. Ikan paus menyemburkan air dari lubang di atas kepalanya, dan nabi Yunus pun ikut terlempar ke udara!

gambar adegan 5

5. Aaaaaaaa!! Nabi Yunus melambung di udara, lalu brrruuukk..tubuhnya terhempas di pasir. Ternyata nabi Yunus kini telah berada di pantai. Nabi Yunus berhasil keluar dari perut ikan Paus, iapun akhirnya kembali kepada kaumnya.

Manfaat Teknik Fotonovela

Secara psikologis, anak-anak lebih optimal belajar sesuatu dengan menggunakan visual. Karena yang lebih banyak berperan dalam hal ini adalah mata, itulah sebabnya hal-hal yang tertangkap oleh visual anak akan terekam lebih lama dalam memorinya.

Selain itu, manfaat yang bisa diambil orangtua dan anak dari kolaborasi teknik ini yaitu:


  • membangun bonding antara orangtua dan anak
  • menimbulkan rasa nyaman dalam diri anak untuk bercerita kepada orangtua
  • meningkatkan rasa percaya diri anak
  • mengasah kognitif
  • melatih ekspresi dan keterampilan mendongeng anak


Wah manfaatnya banyak ya.
Memang beda loh insight yang kita dapat saat read aloud saja, dibandingkan dengan story telling apalagi disertai menggambar sendiri.
Yuk ayah-bunda, sudah siap untuk bercerita sambil menggambar akhir pekan ini?

16 Komentar

  1. Waaah... ayah ibunya hebat banget... teknik fotonovela sepertinya efektif & menarik, lebih mudah & cepat diserap anak2 &;pasti bikin enjoy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak. Betul, ini ndilalah gaya belajar anaknya juga visual, jadi cocok bangetlah.

      Hapus
  2. Yess, dapat ilmu teknik menarik nih. Sepertinya akan menarik untuk diterapkan di kelas.
    Bercerita sambil menggambar ini akan membuat kegiatan speaking tidak gitu gitu saja. Apalagi anak anak kan sukanya menggambar.
    Anaknya pinter juga ya mba menggambar sambil bercerita. Thanks for sharing 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu yang nggambar bapaknya, anaknya yang mendongeng, ibu sama adiknya jadi penonton, hihihi..

      Hapus
  3. Idenya keren nih, bercerita sambil menggambar. Biasanya bacain buku. Atau menggambar sesuatu, baru deh ngarang ceritanya.
    Btw...memang gambarnya di lantai ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, menggambar di lantai jauh lebih ngademin hati ibunya daripada di tembok hihihi...

      Hapus
  4. Anakku juga begini Bun. Belum bisa baca, tapi dia suka menggambar. Lalu aku tanya aja ini ceritanya ttg apa. Kemudia dia cerita dan aku buatkan balon textnya. Selanjutnya dia suka metode ini. Karena blm bisa baca tulis ya aku tulis dan bacakan dulu. Menyenangkan memang! Tyt ada istilahnya ya fotonovela.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, menggunakan media visual memang lebih menyenangkan untuk anak ya

      Hapus
  5. Keren sekali sih kak. Bisa menceritakan kembali apa yang sudah didengar. Dan teknik ini sungguh sangat menarik untuk diterapkan kiddos. Bekal yuni buat masa depan saat sudah berkeluarga ni. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yuni, semoga cepet ketemu sang pangeran ya

      Hapus
  6. Kedua anakku juga visual, kebetulan di rumah selalu punya papan tulis. Jadilah isi papan tulis itu berbeda saban hari. Tergantung suasana hati mereka. Kalo di lantai, kayaknyanga nggak bisa, karena rumah kita kayu. Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga sediain papan tulis besar di rumah, kalo ga gitu tembok yang jadi sasaran coret-coret mbak.

      Hapus
  7. Keren juga ya bercerita sambil menggambar

    BalasHapus
  8. Setuju, nih. Saya dan suami sepakat menumbuhkan minat membaca dulu daripada kemampuan membaca. Dulu saat si kakak saya bacakan cerita, pernah juga sih sambil gambar begini. Cuma gak tahu kalau namanya Fotonovela. Terima kasih, Rosalinda! Akhirnya saya tahu namanya, hehe.
    Siap2 ber-fotonovela sama si adek yg sekarang udah 3 tahun, ahh

    BalasHapus