Apa Yang Terjadi Saat Anak Enam Tahun Berkreasi Dengan Canva?

aktivitas 2



Barangkali itu bahasa batinnya si kakak waktu saya jelaskan kalo project minggu ini kita akan kutak katik Canva. Sebetulnya Canva bukan aplikasi yang asing bagi kakak. Walaupun dia ga pernah main hp, tapi kalo lihat saya sedang bikin sesuatu dengan Canva pasti dia tertarik untuk ikut membantu. Aplikasi dengan koleksi gambar yang nggemesin ini sepertinya memang menarget anak-anak juga. Selain ilustrasi yang kawai, fiturnya juga simple dan praktis. Cocok banget sama generasi alpha yang dari brojol memang tak terpisahkan dengan teknologi digital.

Ah, bedanya ber-Canva kali ini, kita mau bikin sesuatu yang bergerak, semacam animasi sederhana gitu. Jadi awalnya saya liatin ke kakak video bunda Rima tentang cara membuat poster dengan Canva. Terus pelan-pelan saya jelaskan tentang konten dan quote. Anak 6 tahun ini belum mudeng waktu saya jelaskan soal quote, hihihi. "Kalimat apa yang nanti mau kakak tulis di poster?" Barangkali karena dia taunya poster ya gambar, bukan tulisan.


Padahal, bukan anaknya yang ga ngerti. Tapi emaknya gagal menjelaskan dengan bahasa anak, yang cenderung visual ini. Ya iyalah, pemahaman orang visual kan sangat bergantung pada apa yang dia lihat. Harus ditunjukin wujudnya. Beda sama emaknya yg gaya belajarnya auditori. wkwkwk. Akhirnya saya tunjukin lah poster yang ada gambar plus quote. Baru deh dia ngeh. Akhirnya.

Lanjut ke proses pembuatan. Saya meminta kakak memilih tema. Spontan meluncur hadits: la taghdhob walakal jannah.
Sebenernya dalam hati snut snut, apakah ini sindiran halus sebab saya akhir-akhir ini sering marah-marah?! Kalo iya, emak sudah masuk dalam jebakan sang "interpreter" ini mah.

"Jadi mau difoto dengan pose jangan marah?", saya menawarkan.

Dia menolak. Maunya malah minta direkam video sambil membaca hadits di atas lengkap dengan artinya. Plus ekspresi rahasia yang istimewa, katanya. Ekspresi rahasia? Nanti bisa dilihat divideo ya, wkwkwk. Sampai di sini aktivitas creatornya sudah mulai jalan. Bakat self assurance memperlihatkan kalo dia PD dengan pilihannya sendiri. Mau lihat hasil poster animasinya kaya apa? Ini dia.





Merekam video pendek itu dibantu abinya, tanpa proses editing apapun. Langsung dicemplungin oleh kakak ke template poster di Canva. Ganti warna sana sini, copot-pasang stiker, geser posisi gambar, pokoknya dia kombinasikan sendiri semuanya. Saya hanya mengawasi kalau-kalau dia kesulitan. Beberapa kali bertanya: umi bahasa Inggrisnya donat tulisannya gimana? kalo bahasa Inggrisnya kue apa?
Wohohoho, she is so curious!

Dia mulai mengerjakan poster jam 8 malam dan selesai jam 21.10. Emak yang nungguin sampe ngantuk, eh yang ngerjain poster juga sambil ngantuk-ngantuk sih. Tapi dia tetap berusaha menyelesaikan posternya hingga benar-benar pas menurut dia. Bahkan sebelum poster ini ditunjukin ke emaknya, dia kirim dulu ke WA abinya (masih kerja), untuk minta pendapat.

 "Abi, ini sudah selesai posternya, bagus nggak?"

Dari kegiatan mengeksplor Canva ini, saya bisa melihat beberapa aktivitas bakat yang mulai berjalan disertai dengan sifat bakatnya. Bisa dilihat pada infografis di bawah.





Ada sifat bakat lain yang terlihat pada kegiatan mengeksplor Canva ini. Pekan lalu dia terlihat cenderung empathy. Kali ini terlihat sekali Self Assurance-nya. Dia percaya diri dengan tema yang dipilih dan melakukannya dengan enjoy. Didukung juga oleh bakat achiever sehingga meskipun mengerjakan poster ini memakan waktu lebih lama dan sambil mengantuk, dia tak pantang menyerah. Berusaha melakukan tugas hingga selesai dengan tetap memperhatikan kualitas hasilnya.

Stiker animasi yang di-apply dalam desain ngga nyambung dengan tema (temanya apa stiker yang dipasang apa), tapi ini bukan masalah. Wajar saja jika bakat analytical-nya belum muncul, barangkali usia juga berpengaruh. 





Jadi, menurut saya sih aplikasi Canva ini bagus banget buat anak-anak belajar desain. Wawa yang masih enam tahun ini, bisa menikmati belajar editing sambil mengumpulkan berbagai stiker imut dan gratis. Tapi, sebelum memaparkan anak dengan Canva sebaiknya emaknya yang lebih dulu belajar Canva. Jangan khawatir, mudah kok. 

Mmmmm, ada yang sadar ga sih kalo stiker yang dipasang Wawa di poster itu
stiker makanan semua?



Salam,
Hasiah Zen



0 Comments