Cara Mudah Belajar Membuat Portofolio Anak

November 24, 2020

 


Apa yang ada di pikiran teman-teman saat mendengar kata portofolio anak?

Banyak orang tua yang belum familiar dengan istilah ini. Bagi sebagian orang portofolio anak dianggap asing, sebagian lagi sudah kenal tapi masih merasa ragu untuk membuat sendiri, ini saya maksudnya, hihihi. Saya sebetulnya sudah pernah beberapa kali mengikuti kulgram dan kulwap tentang portofolio anak tapi rasanya pemahaman saya masih gitu-gitu aja, hehe. Setelah ikut kulwap ini saya baru tahu kenapa bisa begitu, karena elemen practice doing yang mempunyai efek 75% terhadap hasil belajar itu tidak saya lakukan, huhuhu.

Apa itu Portofolio Anak?

Portofolio anak secara sederhana berarti mendokumentasikan karya, hasil belajar anak. Hal ini bisa dilakukan anak sendiri maupun dengan bantuan orangtua, bisa dibuat manual dengan menggunakan tulisan tangan ataupun dengan digital.

Mengapa Saya Tertarik Belajar Membuat Portofolio Anak?

Sebetulnya saya sudah mulai mencatat perkembangan ananda Wawa sejak proses kelahiran, post natal hingga saat ini. Begitu juga dengan riwayat medis. Karena ananda memiliki catatan medis yang panjang bahkan hingga sekarang. Kendalanya, catatan itu terpisah-pisah dan saya membuatnya hanya jika mood dalam keadaan baik. Walhasil, saya tidak mendapat banyak insight dari hasil pencatatan saya selama ini which is jika tertata rapi dan terstruktur, saya yakin pasti saya juga akan senang membukanya kembali dan menjadikannya sebagai referensi.

Tahun lalu, melintas di timeline sosial media saya tentang buku portofolio anak. Waktu itu saya belum ngeh dengan buku tersebut, tapi ada teman yang menawarkan bundling dengan buku lain yang sebetulnya lebih saya butuhkan saat itu. Jadilah saya membeli bundling buku portofolio anak dengan buku MDDMAK, keduanya merupakan karya penulis yang sama, mbak Andita A. Aryoko.
Dan hingga kemarin, buku portofolio anak yang belakangan saya fahami merupakan harta karun terpendam di rak buku, baru saja saya buka segelnya, hahaha. 

 

dokumentasi pribadi oleh Hasiah Zen

Belajar Membuat Portofolio Anak dari Ahlinya

Hari kamis pekan lalu, saya mendapat informasi dari timeline sosial media biru tentang parade kulzoom dari GMA Learning Center dalam rangka memperingati hari anak Sedunia, asuhan penulis favorit saya dengan tema Portofolio Anak. Yang namanya parade, pastinya ga cuma satu dong. Waktu saya lihat brosurnya dan W-O-W, wow!
Ini seperti Allah sedang colek saya, sambil ngomong: gimana, amazing?

Flashback, tepat sehari sebelum saya mendapat informasi kulzoom ini, saya dan suami berdiskusi hingga larut malam tentang beberapa hal, berikut diantaranya poin yang kami diskusikan:
- bagaimana implementasi menyemai fitrah iman dalam kehidupan sehair-hari? Apakah cukup dengan ritual dan rutinitas?
- apa saja yang harus menjadi pertimbangan orang tua dalam menyusun kurikulum keluarga?
- bagaimana mengenali potensi kebaikan dalam diri anak khususnya anak istimewa seperti ananda kami, apa peran yang harus dilakukan orang tua?
- portofolio yang baik itu yang bagaimana, perlukah tulis tangan atau cukup digital? Bagaimana dengan dokumentasinya?

 

Ayah ibu merasa insecure setelah belajar parenting? Baca di sini yuk, belajar parenting bikin stres? mungkin 3 hal ini alasannya.


 

Dan masih ada beberapa lagi yang tentunya tidak bisa saya tuliskan satu-satu disini.
Ndilalah, judul materi masing-masing pembicara dalam brosur kulzoom itu kok klik dengan pertanyaan-pertanyaan kami selama ini. Saya juga sempat gugling beberapa profil pembicaranya, dan yo wes mantep, cus kita join!

Kita? Ya iyalah, saya dan suami. Saya nongkrong di zoom, suami streaming dari youtube. Untungnya anak-anak tidur lebih awal, jadi parade kulwap start jam 19.00 dan berakhir jam 22.30 bisa kita ikuti tanpa terjeda, alhamdulillah.
Penasaran sama pembicaranya yang kece badai? Intip di brosur nan cantik ini ya. 

 


Berikut oleh-oleh yang saya bawa pulang dari kulzoom kemarin malam:

Materi 1, aspek keluarga oleh Ainul Lutfiana

"Menulis Family Jurnal sebagai Refleksi dalam Menyambut Peran Unik Keluarga dari-Nya"

Kisi materi:
- Keluarga. Pendidikan Pertama dan Utama untuk ananda.
- Setiap individu unik, setiap keluarga istimewa
- Keluarga adalah miniatur peradaban
- Mencatat untuk membaca tanda
Closing: You don't choose your family. They are Allah's gift to you, as you are to them.


Materi 2, aspek tumbuh kembang oleh Rohmatun Ni'mah Hidayati, SST,Keb

"Menulis Jurnal 1000 HPK Anak Sebagai Bahan Refleksi Etape Kehidupan Selanjutnya"

Kisi materi:
- Pentingnya mendokumentasikan perjalanan usia 0-9 bulan
- Manfaat mendokkumentasikan MPASI
- Belajar memantau grafik KMS
- Dokumentasi vaksinasi
- Manfaat ketika rajin mencatat/mendokumentasikan tumbuh kembang anak
- Resiko bila sering melewatkan pencatatan/pendokumentasian tumbuh kembang
Closing: Anak sejatinya adalah milik Allah, yang dititipkan Allah kepada ibu-bapak sebagai orang tuanya karena Allah percaya bahwa ibu bapak adalah orang yang tepat.


Materi 3, aspek menulis oleh Ragwan Alaydrus, M.Ed

"Manfaat dan kekuatan menulis tangan"

Kisi materi:
- manfaat menulis tangan, bukan sekedar motor skills
- Jurnal personal, contoh: jurnal syukur, jurnal doa, selh-healing journal.
- jurnal belajar
- junal perkembangan, contoh: goal setting journal, portofolio anak
Closing: yuk latihan membuat jurnal dengan menulis tangan, bisa didownload melalui bit.ly/SDLJournal

 

Materi 4, aspek iman oleh Yeni Apriyanti, S.Psi

"Menulis Jurnal Mahabbatullah Sebagai Tools Refleksi Fitrah Iman Anak"

Kisi materi:
- mengenal Fitrah Iman
- ragam kegiatan untuk menyemainya
- apa saja data yang perlu dicatat dan didokumentasikan
- manfaat menulis jurnal
Closing: Al-Qur'an itu cahaya, maka kenalkan ia dengan kelembutan bukan tatapan tajam mengancam.


Materi 5, aspek kesehatan oleh dr. Putri Zalika Kesuma, M.Pd.Ked

"Apa dan Mengapa Orang Tua Harus Memiliki Rekam Medis Anak?"

Kisi materi:
- Pengertian dan dasar hukum rekam medis
- pentingnya portofolio kesehatan
- Isi rekam medis: riwayat tumbuh kembang, riwayat imunisasi, riwayat alergi, riwayat penyakit, riwayat tindakan/pengobatan.


Materi 6, aspek bakat dan kemandirian oleh Esti Wulansari

"Peka dalam mendokumentasikan potensi unik dan kemandirian anak sebagai lumbung rasa percaya diri anak terhadap peran peradabannya."

Kisi materi:
- portofolio itu apa?
- fungsi portofolio
- apa saja isi evidence portofolio
- portofolio bakat anak?
- bakat itu apa?
- manfaat memilliki portofolio bakat anak
- Tolak ukur 4E: Enjoy, Easy, Excellent, Earn
- Poin-poin pokok portofolio bakat anak
Closing: "100 tahun dari sekarang, tidak peduli berapa banyak uang di bank yang saya miliki, jenis rumah seperti apa yang saya tinggali, dan juga jenis kendaraan apa yang saya naiki, tapi dunia akan menjadi berbeda karena saya pernah menjadi bagian yang penting di dalam kehidupan anak" (anonymous).


Materi 7, aspek belajar dan karya oleh Andita A. Aryoko

"Kompilasi Karya Anak Sebagai Tools Observasi Fitrah Belajar dan Potensi Unik Anak".


Kisi materi:
- Table of contents" Fitrah belajar, potensi unik, kompilasi karya, tools observasi
- Piramida belajar: lecture, reading 10%, audiovisual 20%, demonstration 30%, discussion 50%, practice doing 75%, teach other 90%
- Syarat merancang aktivitas anak: beragam, berulang, bertemu banyak orang


 Kesan dan Kesimpulan

Nah, bagaimana teman-teman apakah bisa merasakan keseruan yang sama dengan saya setelah membaca review parade kulwap tentang Portofolio Anak? Selain materi yang diberikan oleh pembicara semuanya ndaging, suasana saat kulzoom-pun kondusif. Tenang dan teratur. Sehingga emak-emak kaya saya nih yang biasanya ga betah lama-lama ngezoom, kali ini bisa anteeeeng. 

Teman-teman yang terlewat mengikuti streamingnya, jangan khawatir karena teman-teman tetap bisa mengikutinya melalui channel youtube GMA Learning Center

Panitia juga menyediakan souvenir khusus untuk keluarga pembelajar peserta kulzoom yakni berupa poster 34 Tema Bakat, Jurnal Syukur, Jurnal Aktivitas Ibu dan Anak dan Self-directed learning Journal yang kesemuanya dalam bentuk pdf, sehingga peserta bebas mendownload kapanpun dibutuhkan. Dan ini sangat membantu pemula seperti saya dan suami yang baru akan mulai praktik, hehehe.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oh iya, jangan lupa untuk memiliki buku portofolio anak karya mbak Andita A. Aryoko ya. Profil penulis bisa cek di sini. Saya sangat menyarankan teman-teman untuk memiliki buku ini sebagai pegangan dalam mendampingi anak-anak. Isinya sudah sangat komplit. Ada profil keluarga: profil ayah dan ibu, ada page cerita bermakna keluarga. Ada halaman untuk menulis perjalanan tumbuh kembang anak sesuai usia juga halaman khusus tentang ragam fitrah anak. Termasuk juga di dalamnya ada halaman untuk menyisipkan kompilasi karya anak-anak. Kerrreeeenn banget, ya kan? Ssssst, buku best seller gitu loh.

Wah ternyata ulasan saya tentang parade kulzoom Portofolio Anak ini sudah puuuaaanjang banget ya. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk kita semua terutama diri saya pribadi. Karena tantangan yang dihadapi anak-anak kita lebih berat daripada yang pernah kita alami, yuk dampingi terus tumbuh kembangnya hingga ia menemukan peran spesifiknya.

Terima kasih sudah menyempatkan membaca tulisan saya.

Salam hangat sepenuh hati,

Hasiah Zen.



You Might Also Like

4 Comments

  1. MashaAllah jadi jejak tertinggal ya mbak, sayang dulu belum kenal blog jadi belum dapat pencerahan kayak gini

    ReplyDelete
  2. Wah samaan kita ya ikutan kulzoom portfolio anak. Saya juga bersyukur bisa ikutan dan banyak dapat insight. Menyesal juga karena banyak hal yang tidak sempat saya abadikan, ada dokumentasi foto tapi hanya digital dan catatan masa hamil tidak ada. Sekarang mulai dikumpulkan demi anak punya portfolio.

    ReplyDelete
  3. Wah, dulu belum kepikir ada portofolio anak. Aku adanya album tumbuh kembang anak sejak lahir hingga 1 tahun, kayaknya...lupa. Rajin awal-awal, udahnya engga dicatat lagi...Hiks...

    ReplyDelete
  4. Senangnya sekarang ada cara belajar lewat berbagai media untk mendokumentasikan tumbuh kembang anak, diantaranya lewat portofolio anak. Info yang bermanfaat, saya jadi penasaran dengan buku yang dimaksud dan kulzoom yang untungnya masih bisa dilihat ulang di youtube channel terkait.
    Thanks for sharing Mbak...belajar banyak dari artikel ini saya

    ReplyDelete

Social Media

Member of

Pasukan Blogger @JoeraganArtikel

KEB ( Komunitas Emak Blogger)

Mom Influencer Indonesia

IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis)

Popular Posts