Kota impian




Suatu sore di jamannya TV hitam putih saya pernah berbincang dengan almarhum bapak.
"Bapak ingin kalo nanti sudah tua, di telpon sama kamu. Pak ayo main ke Bandung, ini sudah saya belikan tiket. Minggu depannya di telpon lagi, pak ayo ke Yogya saya jemput."
Saya tersenyum berbinar.
"Ga apa-apa kita berkhayal dulu. Siapa tahu ada malaikat lewat terus diaminkan jadi doa." Sambung bapak lagi.
"Amiin" saya menyahut.


Obrolan itu seringkali terngiang di telinga, seingin itukah bapak jalan-jalan keliling indonesia? Nalar saya menangkap kemustahilan akan cita-cita tersebut. Kami tinggal jauh di pelosok Sumatera yang waktu itu jalanan kampung masih berbalut tanah liat merah, bukan aspal. Sementara orde baru kala itu tak menjanjikan kesejahteraan untuk PNS (versi lawas dari ASN) macam bapak. Anaknya 7, semuanya sekolah. Ibupun akhirnya ikut membantu mengais rupiah dengan berdagang makanan di sekolah tempat bapak mengabdi. Ah jauh sekali rasanya jika dihitung dengan akal manusia. Jangankan menginjak kaki di pulau jawa, ke Palembang saja yang jaraknya 1 jam dari rumah cuma bisa kami lakukan 2-3 bulan sekali.

Tapi bapak mengingatkan bahwa tak ada yang mustahil di bumi ini. Berapa tahun kemudian datanglah suatu ketika dimana saya berkesempatan mendatangi beberapa kota. Bengkulu, Jambi, Palembang, Padang, Bandar lampung, Malang dan Yogya. Salah satu kota impian beliau, dan mungkin juga karena doa bapak!
Meski akhirnya setelah menikah pun saya tetap sering berpindah kota dari Jakarta, Bandung, Yogya dan sekarang di Wonosobo, tapi saya merasa ini masih bagian dari mujarabnya doa almarhum. 
Masih ada satu kota yang ingin saya kunjungi dan  juga menjadi labuhan  terakhir mimpi bapak sebelum  tutup usia 4 tahun lalu. Kota tersebut ada di sisi bumi yg lain dan tentu bukan lagi bagian dari Nusantara.
Bapak ingin saya membawanya ke sana. Ke kota dimana doa-doa menjadi makbul. Kota yang konon di akhir zaman akan jadi tempat berlindung terakhir bagi umat muslim dunia.



Mekah.
Kalau kamu, apa kota impianmu? 







0 Comments