Menyulap Baju Bekas Menjadi Tas Cantik



Semua anak pada dasarnya penyayang. Terutama dengan barang-barang miliknya. Nah apalagi kakak Wawa yang punya kecenderungan input, eh ga tau juga ding sepertinya dominan anak-anak punya kecenderungan input ya. Tahu ga sih, kakak Wawa itu senang mengumpulkan box dengan ukuran yang mirip-mirip. Misal box bekas hp dan jam tangan, atau bekas apa saja yang ukurannya serupa.

Eh kali ini sebetulnya bukan mau ngomongin soal box bekas sih, hehe. Karena tugas aktivitas ke-5 ini adalah recycle baju  menjadi tas cantik!

Bahan yang diperlukan cuma baju kaos yang sudah tidak terpaka dan gunting. Waktu saya menjelaskan mau bikin tas dari baju bekas, dia antusias sekali. Saya memang sering menonton video tentang recycle, karena kadang ada saja barang di rumah yang harus direcycle. Jadi sebetulnya kakak bukan pertama kali melihat saya mendaur ulang barang seperti kali ini. Tapi yang istimewa, kakak Wawa akan menambahkan kreasi di tas recyclenya dan dia sendiri yang merencanakan juga mengeksekusi.

Tantangan aktivitas 5 sebetulnya cukup membuat kesulitan. Kakak yang awalnya bersemangat, jadi badmood gegara nggunting kaosnya yang susyaaah. Kan tebal tuh, jadi kekuatan motorik kasarnya harus ekstra. Padahal justru lemahnya dia ya soal ini. Dia menjalani fisioterapi selama 2 tahun di salah satu klinik tumbang di Bandung. Jadi, sejujurnya sering tak bernafsu untuk melakukan aktivitas fisik yang berhubungan dengan sensori, motorik kasar dan halus. Oke baiklah, emaknya turun tangan membantu.


Lanjut setelah menggunting, kita membuat simpul untuk menghubungkan kedua sisi baju kaos yang sudah digunting. Di bagian ini juga kakak kesulitan. Mungkin karena bagian baju yang harus diikat cukup pendek, sehingga sulit untuk mempertemukan simpulnya. Ngambek? Hahaha, ya jelas lah.

Tapi kakak ga terus stop bikin tasnya, loh. Dia nungguin uminya sampai selesai mengikat, dan tasnya jadi. Nah, ini dia saatnya beraksi. Terihat sekali kakak menikmati bermain dengan cat dan kuas waktu membuat gambar di atas tas recyclenya. Mulai dari membuat pola gambar, mengisi ruang yang kosong dengan goresan cat, lalu menghias dengan titik warna warni di bagian luar, hingga menunggu proses penjemuran sampai cat benar-benar kering.


Tada, tasnya sudah jadi! Langsung diisi macam-macam mainan nih oleh kakak Wawa dan adik Naila.
"Umi, besok kita cari baju lagi yang bisa dibuat tas ya!"
Wkwkwkwk.

Dari kurikulum aktivitas yang diset hari itu, alhamdulillah kakak Wawa bisa menjalani semuanya kecuali creator dan producer. Karena dia tahunya kalau mau recycle harus cari tutorial di youtube dulu.
Eh tapi pernah sih dia lihat spidol marker yang sudah rusak, trus minta ke abinya untuk dibuat jadi roket. Dia menjelaskan harus diberi apa dibagian ekor, bentuknya bagaimana, ada berapa sayap dibagian ekor roketnya. Ah, jadi sebetulnya kakak Wawa itu ada jiwa creator dan producernya lah ya, walaupun tidak diaktivitas kali ini.

Untuk tema bakat yang terlihat kali ini, yaitu achiever, ideation, responsibility, restorative, dan self assurance.






0 Comments