Era Digital, Haruskan Alih Profesi?



Oleh Hasiah Zen

Halo bunda, hari ini kita akan mengobrol tentang profesi digital. Eh memangnya ada ya profesi seperti itu? Apa sih profesi digital itu?
Semakin berkembangnya teknologi maka semakin bertambah pula skill yang dimiliki manusia. Skill baru ini kemudian menciptakan jenis profesi kekinian yang menyesuaikan dengan kebutuhan.
Di dunia ada banyak sekali jenis profesi, di luar dari profesi yang kita kenal kebanyakan seperti guru, polisi, pengacara, koki, tentara, wartawan dan lain-lain.
Tahukah bunda, ada lo profesi yang dulu diminati sekarang sudah hampir hilang. Dahulu, orang menggunakan jasa operator untuk terhubung dengan orang yang ingin di telepon. Kini, operator sudah tidak dibutuhkan lagi sejak adanya telepon seluler. Sebab orang-orang bisa langsung terhubung satu sama lain dengan sekali klik. Jika masih ada yang menggunakan jasa operatorpun biasanya sebatas perusahaan-perusahaan besar yang kini juga mulai beralih menggunakan sistem extension.
Jenis profesi yang hampir punah berikutnya adalah pengantar surat. Dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan teknologi surat elektronik atau email, semakin banyak pula orang yang meninggalkan pengiriman surat secara fisik. Tentu saja karena menggunakan email lebih cepat dan praktis. Kecuali untuk dokumen yang tidak bisa dikirim dengan digital. Tapi meskipun begitu profesi ini tetap bertahan lo hingga sekarang. Kini banyak jasa pengiriman surat atau dokumen yang berinovasi dengan memperbanyak kiriman barang mengikuti menjamurnya onlineshop.
Artinya, mungkin 10 atau 20 tahun lagi ada banyak jenis profesi yang akan hilang dan sebagian lagi tergantikan oleh trend digital.
Sebagai contoh beberapa bandara Internasional di luar negeri misalnya, petugas check in yang biasanya membantu memeriksa tiket dan barang-barang penumpang kini ditiadakan. Berganti dengan mesin pindai otomatis. Sehingga penumpang harus check in mandiri dibantu oleh mesin yang tersedia, berikut barang bawaannya.
Wah kalau di Indonesia sudah bisa belum ya diberlakukan digitalisasi bandara seperti itu?

7 Comments

  1. Iya ya mb, teknologi semakin canggih ni mb. Yang tidak bisa mengikuti perkembangan jaman akan tergerus😣, memang sangat memudahkan tapi ya konsekuensi harus diambil. Saran dikit mb kalau berkenan. Pembaca suka baca cepet dengan membaca sub heading (nnti dicari aja mb, apa itu sub heading dan contohnya). Ilmu itu kudapat juga baru mulai saya bikin blog mb. Semoga berkenan. Salam kenal mb🙏

    ReplyDelete
  2. Profesis yang booming saat ini... youtuber [facepalm] . Kalaau isinya bagus sih gpp. Namun, cm ngeprank dll kan puyeng jg. hehehe

    ReplyDelete
  3. Mau gak mau memang kita harus siap mempekerjakan mesin/robot, Mbak, karena zaman memang terus berkembang. Nag, sebagai gantinya anak-anak memang harus diarahkan menjadi pencetus ide. Manusia yang merancang, biar robot yang bekerja, hehe.

    ReplyDelete
  4. Digitalisasi membuat saya senang karena banyak mendapat kemudahan, tapi di sisi lain saya sedih juga sih... Karena sebetulnya banyak kenikmatan dari hal-hal manual yang biasa dilakukan kita zaman dulu, kayak berkirim surat misalnya. Zaman dulu saya sampai punya sahabat pena, ngerasain deg2kan nunggu balasan surat. Kalau sekarang tinggal kirim WA atau komen di medsos,hehe

    ReplyDelete
  5. Teknologi canggih banyak menggantikan berbagai profesi ya mbak, semoga banyak pula orang-orang mendapat manfaat dari tend digital saat ini:)

    ReplyDelete
  6. Kalo di china aku pernah liat satu postingan vlogger disebuah kantor, hampir semua pekerjaan dibantu sama robot kecuali pekerjaan inti2 saja. Bhkan robot bisa jadi tukang antar order minuman & makanan. Mungkin beberapa tahun yg akan datang indonesia menyusul.. Hhh

    ReplyDelete